Goa Gajah dipahat pada abad kesembilan sebagai tempat pertapaan, dan sampai hari ini tetap menjadi salah satu situs arkeologi terpenting di Bali. Letaknya di Desa Bedulu, sepuluh menit dari pusat Ubud dan sekitar lima belas menit dari Natya Resort Ubud.
Pintu masuknya adalah citra yang dikenal semua orang: gerbang batu berukir wajah raksasa dan makhluk mitologis, ditempatkan di sana untuk menahan yang jahat. Di dalamnya terdapat ruang kecil berisi arca Siwa dan Ganesha, dengan ceruk pertapaan yang dipakai para pemangku berabad-abad silam. Di luar, kolam pemandian yang telah dipugar dan dialiri pancuran batu diyakini menyucikan siapa pun yang menggunakannya.
Yang membuat Goa Gajah tidak biasa adalah apa yang berdiri di samping pelinggih Hindunya. Stupa dan peninggalan Buddha berbagi pelataran yang sama, sebuah catatan tentang dua tradisi yang hidup berdampingan dalam sejarah awal Bali alih-alih saling menyingkirkan.
Taman di sekelilingnya tenang dan hijau, dan jalan setapak di dalamnya membuat seluruh kunjungan terasa tak terburu-buru. Berpakaianlah sopan, luangkan waktu, dan padukan dengan sawah terasering atau Ubud Monkey Forest untuk satu hari penuh di Ubud.



