Tirta Gangga berada di Bali Timur, sekitar tiga puluh menit dari Natya River Sidemen, dan merupakan salah satu tempat paling fotogenik di pulau ini: kolam yang tertata, pancuran batu dan taman yang dirancang mengelilingi pemandian suci.
Raja Karangasem membangunnya pada 1946. Namanya berarti air dari Sungai Gangga, merujuk pada kesucian dalam Hindu Bali, dan rancangannya memadukan arsitektur Bali dan Tionghoa — batu berukir, kolam teratai, dan batu loncatan melintasi kolam koi yang dipotret semua orang.
Ada lebih banyak hal di sini daripada sekadar menyusuri taman. Batu loncatannya layak diseberangi, bukan hanya difoto, dan pemandiannya terbuka bagi pengunjung yang ingin ikut ritual penyucian. Warga meyakini airnya membawa energi yang menyucikan.
Perjalanan dari Sidemen melewati sawah terasering, perbukitan dan jalan desa, dan taman air ini pas dipadukan dengan Pura Lempuyang atau Pantai Amed dalam satu hari yang sama. Datanglah antara pukul delapan dan sepuluh pagi untuk cahaya terbaik dan paling sedikit orang, atau sore hari saat udara mendingin. Tiket masuk sekitar IDR 50.000, dengan biaya tambahan kecil untuk mandi — bawa pakaian ganti jika Anda berniat melakukannya.



