Natya Hotel Tanah Lot menempatkan Anda di samping pura Bali di tengah laut. Perjalanan indah ke pedalaman membawa Anda ke Situs Warisan Dunia UNESCO yang lain sama sekali: sawah terasering Jatiluwih, tempat petak-petak bertingkat membentang sampai cakrawala dan sistem irigasi Subak berusia berabad-abad masih mengatur bagaimana air bergerak.
Jatiluwih berjarak sekitar 47 kilometer dari Tanah Lot, kurang lebih satu setengah jam berkendara melewati desa, pura dan pedesaan yang hijau. Banyak wisatawan memadukannya dengan Taman Ayun atau Ulun Danu Beratan untuk satu hari penuh bermuatan budaya.
Begitu tiba, teraseringnya milik Anda untuk dijelajahi. Jalurnya berkisar dari satu jam yang ringan sampai trekking setengah hari, dan rute sepeda juga membelah petak-petaknya. Restoran di sepanjang punggung bukit menghadap seluruh lembah, dan tersedia pemandu yang akan menjelaskan cara kerja Subak yang sebenarnya — sistem pengelolaan air yang dijalankan Bali secara gotong royong selama lebih dari seribu tahun.
Datanglah pagi hari untuk udara sejuk dan cahaya lembut, atau sore hari untuk golden hour di atas petak sawah. Februari sampai April dan Juli sampai September, pada musim tanam dan panen, adalah saat teraseringnya paling hijau.
Lalu kembalilah turun ke pesisir, ke kolam renang dan matahari terbenam di atas pura.



